Seni dalam Berkenalan



Otak kita akan membuat penilaian tentang orang-orang baru dalam 30 detik pertama pertemuan, dan kesan pertama akan sangat sulit untuk diubah. Para psikolog dan ahli perilaku menjelaskan bagaimana membuat kesan pertama yang baik.

1.       Intro yang tajam.


Sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan dengan ringkas.  “Rencanakan dan berlatihlah pengenalan diri,” kata Susan RoAne, pakar komunikasi dan penulis “How to Work a Room”. “Jika kamu tahu bagaimana kamu ingin memperkenalkan diri, itu akan memudahkan orang lain untuk mengerti apa yang kamu bicarakan.”
The RoAne Rules menjelaskan bahwa pengenalan diri harus berlangsung selama 7 sampai 9 detik, disesuaikan dengan acara tertentu, dan harus memiliki makna yang jelas.

2.       Lupakan perasaanmu.


Saat merasa sakit perut dan tangan berkeringat, pikirkanlah hal yang lain.  Dalam ketidaknyamanan saat pertemuan awal, posisikanlah diri kamu seperti saat kamu merasa bahagia, semangat, maupun layaknya kamu sedang jatuh cinta. “Setelah merasa lebih nyaman, fokuskanlah diri dan alihkan perhatian kamu seperti bagaimana perasaan kamu terhadap orang lain (dan) bagaimana mereka menanggapimu.”
“Jika kamu dapat mengalihkan perhatianmu dari perasaan kamu sendiri agar orang lain merasa nyaman terhadapmu, maka kamu akan menciptakan sebuah kesan pertama yang baik.”
Dengan berbagi cerita dan bahasa tubuh yang baik akan membantumu membuat sebuah pertemuan awal yang sukses.

3.       Jangan meremehkan. Lupakan gadget.


Aktivitas yang berlebihan dapat menunjukan sebuah kecemasan dan rasa tidak aman.
“Ketika gelisah, kita sering menyentuh benda-benda bahkan bagian tuduh kita sendiri untuk meredam rasa tidak nyaman,” kata pakar bahasa tubuh dan penulis, Patti Wood. “Kurangi kegiatan seperti menggosok telinga atau kumis, merapikan rambut, atau menggosok tangan, dan sebagainya.”
Mengabaikan telepon akan menjadi nilai lebih. “Dalam era elektronik seperti sekarang ini, kamu tidak akan lepas dari gangguan handphone-mu. Akan lebih berarti jika kamu memperhatikan orang yang baru kamu temui pertama kali ini,” ujar Wood.

4.       Perhatikan posisi tubuh mereka.
               

Terbuka, kepercayaan diri sangat penting. Bertatap mata merupakan cara terbaik menunjukan kepercayaan diri. Lebih dari itu, meniru posisi tubuh orang lain adalah salah satu teknik bahasa tubuh yang lebih efektif.
“Meniru postur seseorang yang Anda temui, apakah ia berdiri atau duduk, adalah sebuah empati dalam berkomunikasi,” jelas Jayson DeMers, pendiri sekaligus CEO dari perusahaan pemasaran media social, AudienceBloom. “Ini dapat membuat orang lain merasa nyaman.”

5.       Siap menerima semua hal.


Kamu tidak dapat secara penuh mengontrol penilaian orang lain terhadapmu, tapi kamu dapat menutupi segala kemungkinan. Mungkin mereka banyak berharap lebih terhadapmu, baik melalui bagaimana kamu berpakaian, apa yang kamu bawa, hingga apa rencanamu di masa depan. Bisa saja apa yang ada dalam dirimu tidak sesuai dengan harapan mereka. Namun dibalik itu, ada cara untuk mengubah cara berpikir mereka, misalnya dengan datang tepat waktu dan mampu berkomunikasi dengan baik.




Picture Source: Google...



0 comments: