Semua
berawal dari internet. Siapa yang tidak pernah mendengar kata yang satu ini?
Ya, tentu tidak ada. Semua orang mengetahui, meski hanya sekedar mendengar. Internet
adalah hasil dari kecanggihan teknologi yang terus berkembang sepanjang masa.
Penggunaan internet pada setiap orang memang rata-rata berbeda. Ada yang bersifat
positif, bahkan parahnya sampai bersifat negatif. Sebagian orang menggunakannya
untuk mempermudah setiap pekerjaannya, seperti pelajar atau
mahasiswa yang mencari bahan materi pelajaran yang dibutuhkan. Sementara
kebanyakan orang, khususnya remaja, memanfaatkan internet untuk ajang menemukan
jati diri pada situs-situs jejaringan sosial seperti Twitter dan Facebook,
atau sekedar berkirim e-mail. Ada
juga yang menyalahgunakan internet untuk hal-hal negatif yang sangat merugikan
orang lain, seperti bullying terhadap
artis-artis maupun rekanan yang tidak disukai.
Semuanya
menjadi lebih mudah berkat internet. Bahkan untuk urusan belanja pun
orang-orang tidak perlu lagi secara langsung mendatangi pasar atau tempat
menjual kebutuhan hidup mereka, cukup dengan internet mereka dapat bertransaksi
jual beli secara mudah. Hanya dengan sekali ‘klik’ kita dapat menemukan barang
atau jasa apa yang sedang kita cari.
Tekad
yang kuat dan berani bertindak adalah modal utama. Kegiatan yang satu ini biasa
disebut dengan online shopping. Online shopping atau belanja online
adalah kemudahan belanja yang sedang marak diperbincangkan. Online shopping bukan lagi sebuah
kebutuhan, namun telah menjadi sebuah lifestyle
atau gaya hidup untuk saat ini.
Segmentasi
pasar online shopping adalah pekerja
karir di kota-kota besar yang terlalu sibuk sehingga sangat sulit pergi
berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup, khususnya wanita. Sebagian besar wanita
karir yang terlalu memprioritaskan hidup pada pekerjaan untuk memenuhi
kebutuhan hidup, sedangkan pada kenyataannya mereka sendiri tidak memiliki
waktu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah target utama bagi
para pebisnis online.
Situs jejaringan sosial seperti Facebook dan Twitter maupun
blog, menjadi media yang berpengaruh penting dalam bisnis ini. Banyaknya
pengguna memberikan ruang lebar untuk mengembangkan usaha online. Bagaimana tidak, situs www.facebook.com
dan www.twitter.com,
serta aplikasi Instagram adalah situs jejaringan sosial tak
berbayar yang sangat diminati semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja,
dewasa, bahkan orang tua. Hingga kini pun, terdapat situs lain (tersedia pula aplikasi untuk smartphone)
jual beli online, seperti OLX,
Kaskus, Tokopedia, Bukalapak, dll.
Pebisnis
online cukup membuat account atas nama toko online yang dimiliki, kemudian meng-upload gambar produk yang dijual, dan
tinggal mencari target-target pembeli sebanyak-banyaknya. Usahakan membuat account dengan mendeskripsikan sedetail
mungkin produk yang dijual, mencantumkan nomer telepon yang bisa dihubungi,
menyebutkan lokasi tempat darimana barang akan dikirim, serta jenis rekening
apa yang digunakan oleh pebisnis tersebut. Cantumkan juga asal mula toko online kamu dilahirkan agar lebih membangun
rasa percaya pada calon pembeli. Tidak lupa untuk sesekali menampilkan content menarik tentang berita up to date seputar produk yang kamu jual
guna makin menarik para calon pembeli.
Lebih
mudah lagi jika kamu memiliki smartphone
yang mengusung aplikasi BBM, Line, serta WhatsApp, Kamu dapat dengan leluasa
mengirim gambar produk yang kamu jual ke konsumen yang terhubung langsung
dengan contact kamu. Selain itu, kebebasan mengganti display picture dengan memajang foto produk
dagangan kamu akan banyak menarik pembeli.
Transaksi
pembayaran dilakukan via transfer antar bank, tentunya setelah terjadi
kesepakatan jual dan beli antara penjual dengan pembeli. Pembeli tinggal memilih
produk apa yang akan dibeli dan mana yang diminati, selanjutnya penjual akan
segera mengecek stok barang yang tersedia, apakah masih ada atau sudah sold out. Bukti transfer haruslah
ditunjukan kepada penjual, begitu pula penjual juga memiliki tanggung jawab kepada
pembeli untuk memberitahukan nomer resi pengiriman agar tidak ada yang merasa
dirugikan.
Kejujuran,
kepercayaan, dan rasa tanggung jawab dalam bertransaksi sangat perlu ditanamkan
dalam diri penjual dan pembeli. Penjual sering kali kesulitan dalam menagih
pembayaran dari konsumen, sementara konsumen itu sendiri mewanti-wanti agar barang segera dikirim.
Sungguh sangat sering ditemui masalah seperti itu, padahal sistem belanja
online adalah pembayaran di muka.
Penjual
pun mengharapkan kejujuran dan kesabaran dari sang pembeli. Jujur dalam arti
setelah terjadi kesepakatan segera mentransfer total uang yang sudah
ditentukan, dan kesabaran berarti konsumen diharapkan tidak rewel dalam
menunggu barang yang sedang dikirim. Pembeli pun seringkali menjengkelkan para
pebisnis online shop dengan sikapnya
yang tidak sabar dan kurang kepercayaan.
Selain
menghemat waktu dan kemudahan yang ditawarkan, online shopping pun
memiliki beberapa kekurangan. Sudah pasti yang pertama terpikir di benak calon
pembeli adalah takut tertipu, apalagi bagi pembeli yang baru pertama kali
belanja online. Dalam hal ini pembeli haruslah lebih cermat dalam berbelanja
online. Sangat disarankan saat berbelanja online melalui rekomendasi orang
terdekat, seperti keluarga dan teman yang lebih terpercaya.
Berbeda
dengan berbelanja secara langsung di tempat tujuan, dalam online shopping barang yang dibeli tidak langsung ada di tangan
setelah pembayaran, melainkan harus menunggu beberapa hari sesuai estimasi
pengiriman yang sudah ditentukan.
Demikian
bagi penjual dan pembeli harus tetap sama-sama waspada dengan sistem online shopping tersebut, sehingga tidak
mudah tertipu dan dirugikan.




Good
ReplyDelete