Kim Jong Un 'Darurat perang di perbatasan korea'


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,Pemimpin Korea Utara memberikan perintah kepada pasukannya di perbatasan untuk siaga perang dan operasi militer yang bisa tejadi sewaktu-waktu mulai pukul 17.00 waktu setempat, pada Jumat (21/08/15) setelah terjadi baku tembak dengan tetangganya Korea Selatan satu hari sebelumnya.

KCNAkantor berita Korut menyebutkan Kim Jong-un mendeklarasikan kondisi semi-perang dalam sebuah rapat darurat.


"Korut menembakkan proyektil ke arah Yeoncheon, sebuah kota di bara laut Seoul pada 15.52 waktu setempat," kata kementerian pertahanan Seoul. Berdasarkan laporan tersebut, kemungkinan sasaran penembakan adalah speaker yang digunakan oleh Koresel untuk menyiarkan pesan anti-PyongYang.


"Militer kami meningkatkan pemantauan dan terus mengawasi pergerakan militer Korut," tegasnya.

Sekitar 80 warga Yeoncheon yang tinggal di dekat area tersebut dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kantor Presiden Korsel menggelar rapat mendadak dengan Badan Keamanan Nasional untuk membahas insiden ini. 


Hubungan Korut dan Korsel memang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Dimulai ketika ada tentara Korsel diperbatasan yang terkena ranjau darat, Korsel menuduh pihak Korut-lah yang menanam ranjau tersebut.

peningkatan tensi terus terjadi paska Korsel dan AS tetap melanjutkan latihan gabungan di semenjung Korea. Korut, yang menyebut latihan gabungan itu sebagai tindakan provokasi langsung mengacam akan melancarkan serangan jika latihan itu terus berlanjut.

Korut dan Korsel saat ini masih dalam status berperang karena pertempuran antara keduanya pada periode 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata. 




1 comment: